Pengertian Persamaan Kuadrat
Persamaan kuadrat merupakan sebuah persamaan dari variabel yang memiliki pangkat tertinggi dua.Persamaan kuadrat dalam x bisa kita tuliskan ke dalam bentuk umum seperti berikut:
Bentuk Umum Persamaan Kuadrat
y = ax2 + bx + c
Dengan a, b, c ∈ R serta a ≠ 0Keterangan:
- x merupakan variabel.
- a merupakan koefisien kuadrat dari x2
- b merupakan koefisien liner dari x.
- c merupakan konstanta.
Macam – macam Akar Persamaan Kuadrat
Untuk mengetahui berbagai macam dari akar persamaan kuadrat, kita juga bisa mengetahuinya dengan memakai rumus :D = b2 - 4ac
Apabila terbentuk nilai D maka kita akan dengan mudah dapat menemukan berbagai akarnya.
Berikut ini adalah beberapa jenis dari persamaan kuadrat secara umum, antara lain:
1. Akar Real ( D ≥ 0 ) :
»Akar real berlainan jika diketahui= D > 0Contoh:
a. Tentukan jenis akar dari persamaan di bawah ini
- x2 + 4x + 2 = 0
Dari persamaan x2 + 4x + 2 = 0, maka dapat kita ketahui:
- a = 1
- b = 4
- c = 2
- D = b2 - 4ac
- D = 42 - 4(1)(2)
- D = 16 – 8
- D = 8 ( D > 8, maka akarnya pun adalah akar real namun berbeda )
Contoh:
Buktikan jika persamaan di bawah ini mempunyai akar real kembar:
- 2x2 + 4x + 2 = 0
Dari persamaan tersebut yaitu: = 2x2 + 4x + 2 = 0,maka dapat kita ketahui :
- a = 2
- b = 4
- c = 2
- D = b2 – 4ac
- D = 42 – 4(2)(2)
- D = 16 – 16
- D = 0 ( D = 0, terbukti jika akar real dan kembar )
2. Akar Imajiner/ Tidak Real ( D < 0 )
Contoh:Tentukanlah jenis akar dari persamaan di bawah ini:
- x2 + 6x + 10 = 0 !
Dari persamaan tersebut yakni: = x2 + 6x + 10 = 0, maka diketahui :
- a = 1
- b = 6
- c =10
- D = 62 – 4ac
- D = 62 – 4(1)(10)
- D = 36 –40
- D = - 4 ( D < 0, sehingga akar-akarnya merupakan akar tidak real )
3. Akar Rasional ( D = k2 )
Contoh:Tentukan jenis akar dari persamaan di bawah ini:
- x2 + 4x + 3 = 0
Dari persamaan tersebut yakni: = x2 + 4x + 3 = 0, maka diketahui :
- a = 1
- b = 4
- c = 3
- D = b2 – 4ac
- D = 42 – 4(1)(3)
- D = 16 – 12
- D = 4 = 22 ( D = k2, sehingga akar persamaannya merupakan akar rasional)
Sifat – Sifat Akar Persamaan Kuadrat
Akar – akar persamaan kuadrat sangat ditentukan oleh adanya nilai diskriminan (D = b2 – 4ac) di mana hal itu yang membedakan jenis akar – akar persamaan kuadrat menjadi 3, diantaranya yaitu:- Apabila D > 0, maka persamaan kuadrat mempunyai dua akar real yang berlainan.
- Apabila D berbentuk kuadrat sempurna, maka kedua akarnya merupakan rasional.
- Apabila D tidak berbentuk kuadrat sempurna , maka kedua akarnya merupakan irasional.
- Apabila D = 0, maka persamaan kuadratnya memiliki dua akar yang sama (akar kembar), real, dan juga rasional.
- Apabila D < 0, maka persamaan kuadratnya tidak memiliki akar real atau kedua akarnya tidak real (imajiner).
Mencari Akar-akar Persamaan Kuadrat
1. Faktorisasi
Faktorisasi
atau pemfaktoran adalah suat metode atau cara dalam mencari akar-akar
persamaan kuadrat dengan mencari nilai yang apabila dikalikan akan
menghasilkan nilai lain.Terdapat tiga bentuk persamaan kuadrat dengan faktorisasi akar-akar yang berbeda, diantaranya yaitu:
| No | Persamaan Kuadrat | Faktorisasi Akar-akar |
| 1 | x2 + 2xy + y2 = 0 | (x + y)2 = 0 |
| 2 | x2 – 2xy + y2 = 0 | (x – y)2 = 0 |
| 3 | x2 – y2 = 0 | (x + y)(x – y) = 0 |
Contoh :
Selesaikan persamaan kuadrat berikut dengan menggunakan metode faktorisasi 5x2 + 14x + 8 = 0!
Penyelesaian :
5x2 + 14x + 8 = 0
5x2 + 10x + 4x + 8 = 0
5x(x + 2) + 4(x + 2) = 0
(5x + 4)(x + 2) = 0
x = -4/5, atau x = -2
Sehingga, himpunan penyelesaian HP = (-4/5, -2)
2. Kuadrat Sempurna
Bentuk persamaan kuadrat sempurna merupakan bentuk persamaan di mana akan menghasilkan bilangan rasional.Penyelesaian dari persamaan kuadrat dengan melengkapkan kuadrat pada umumnya memakai rumus seperti berikut:
(x+p)2 = x2 + 2px + p2
Kemudian ubah menjadi bentuk persamaan :
(x+p)2 = q
(x+p)2 = q
x+p = ± q
x = -p ± q
Contoh :
Tentukan hasil kuadrat sempurna dari persamaan x2 + 6x + 5 = 0 !
Penyelesaian :
x2 + 6x +5 = 0
x2 + 6x = -5
- Tambahkan satu angka di ruas kiri dan juga ruas kanan, supaya menjadi kuadrat sempurna.
- Penambahan angka ini diambil dari separuh angka koefisien yang berasal dari nilai x atau separuhnya 6 yang dikuadratkan yaitu 32 = 9.
x2 + 6x + 9 = 4
(x+3)2 = 4
(x+3) = √4
x = -3 ± 2
- Untuk x+3 = 2
x = -1
- Untuk x+3 = -2
x = -5
Sehingga nilai hasil akhirnya adalah, x= -1 atau x = -5
3. Rumus Kuadrat atau Rumus ABC
Nilai akar-akar persamaan kuadrat ax +bx + c = 0 diselesaikan dengan menggunakan rumus abc seperti berikut:
x2 + 4x – 12 = 0
Penyelesaian
x2 + 4x – 12 = 0
a=1, b=4, c=-12

Menyusun persamaan kuadrat baru
Menyusun persamaan jika diketahui akar-akarnya
(x- x1) (x- x2) = 0
Contoh:
Tentukan persamaan kuadrat di mana akar akarnya yaitu -4 dan 5!
Peyelesaian :
x1 = -4 dan x2 = 5
(x - (-4)) (x-5) = 0
(x + 4) (x - 5) = 0
x2- 5x + 4x - 20 = 0
x2 - x - 20 = 0
Menyusun persamaan kuadrat jika diketahui jumlah serta hasil kali akar-akarnya.
x2-( x1+ x2)x + (x1.x2) = 0
Contoh:Tentukan persamaan kuadrat dimana akar-akarnya adalah 3 dan -1/2!
Penyelesaian :
x1 = 3 dan x2 = -1/2
x1 + x2 = 3 -1/2 = 6/2 – 1/2 = 5/2
x1.x2 = 3 (-1/2) = -3/2
Sehingga, persamaan kuadratnya yaitu:
x2 - ( x1+ x2) x + (x1.x2) = 0
x2 – 5/2 x – 3/2 = 0 (masing-masing ruas dikali 2)
2x2-5x-3 = 0
Contoh Soal dan Pembahasan
Apabila bentuk umum dari persamaan x2 – 4 = 3(x – 2) merupakan ax2 + bx + c = 0, maka
nilai a, b, dan c berturut-turut adalah ….
A. 1, -3, 2
B. 1, -2, 3
C. 1, 3, -2
D. 1, -3, -10
Penyelesaian :
Untuk menentukan nilai a, b, dan c maka kita harus merubah bentuk soal menjadi bentuk
umum terlebih dahulu.
⇒ x2 – 4 = 3(x – 2)
⇒ x2 – 4 = 3x – 6
⇒ x2 – 4 – 3x + 6 = 0
⇒ x2 – 3x + 2 = 0
⇒ a = 1, b = -3, dan c = 2
Jawaban: A
Apabila salah satau akar dari persamaan kuadrat x2 – 6x + c = 0 yaitu 4, maka nilai c yang
memenuhi persamaan itu yakni ….
A. c = 6
B. c = -8
C. c = - 4
D. c = 8
Penyelesaian :
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mensubstitusikan nilai x = 4 ke persamaannya,
sehingga:
⇒ x2 – 6x + c = 0
⇒ 42 – 6(4) + c = 0
⇒ 16 – 24 + c = 0
⇒ - 8 + c = 0
⇒ c = 8
Jawaban:D
Apabila salah satu akar dari persamaan kuadrat x2 + 2x + c = 0 yaitu 5, maka akar lainnya ialah
….
A. x = 5
B. x = -5
C. x = -7
D. x = -17
Penyelesaian :
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mensubstitusikan nilai x = 5 untuk mengetahui
nilai c:
⇒ x2 + 2x + c = 0
⇒ 52 + 2(5) + c = 0
⇒ 25 + 10 + c = 0
⇒ 35 + c = 0
⇒ c = -35
Langkah kedua yang harus kita lakukan adalah mensubstitusikan nilai c sehingga persamaanya
menjadi:
⇒ x2 + 2x + c = 0
⇒ x2 + 2x – 35 = 0
Kemudian menentukan nilai akarnya dengan pemfaktoran:
⇒ (x + 7)(x – 5) = 0
⇒ x = -7 atau x = 5
Jawaban: C
Himpunan penyelesaian dari persamaan: x2 - 8x + 15 = 0 yaitu …
A. {3, 5}
B. {-5, 3}
C. {-4, 2}
D. {3, -5}
Penyelesaian :
Dengan menggunakan cara pemfaktoran, maka:
⇒ x2 - 8x + 15 = 0
⇒ (x - 3) (x - 5) = 0
⇒ x = 3 atau x = 5
⇒ HP = {3, 5}
Jawaban: A
Apabila akar-akar persamaan x2 – 3x – 10 = 0 ialah x1 dan x2, maka hasil dari x1 + x2 sama
dengan …
A. x1 + x2 = 3
B. x1 + x2 = 4
C. x1 + x2 = 5
D. x1 + x2 = 7
Penyelesaian :
Dengan menggunakan cara pemfaktoran, maka:
⇒ x2 – 3x – 10 = 0
⇒ (x + 2) (x – 5) = 0
⇒ x1 = -2 atau x2 = 5
Jumlah akar-akarnya yaitu:
⇒ x1 + x2 = -2 + 5
⇒ x1 + x2 = 3
Dengan menggunakan metode cepat, yaitu:
Dari x2 – 3x – 10 = 0
Dik : a = 1, b = -3, c = -10
Jumlah akarnya yaitu:
⇒ x1 + x2 = -b/a
⇒ x1 + x2 = -(-3)/1
⇒ x1 + x2 = 3
Jawaban: A
Salah satu akar dari persamaan 3x2 – 2x + c = 0 ialah 4, akar lainnya yaitu ….
A. -8/5
B. -10/3
C. -20/3
D. 7/3
Penyelesaian :
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mensubstitusikan nilai x = 4 ke persamaan:
⇒ 3x2 – 2x + c = 0
⇒ 3(4)2 – 2(4) + c = 0
⇒ 3.16 – 8 + c = 0
⇒ 48 – 8 + c = 0
⇒ 40 + c = 0
⇒ c = -40
Langkah kedua yang harus kita lakukan adalah mensubstitusikan nilai c sehingga
persamaannya menjadi:
⇒ 3x2 – 2x + c = 0
⇒ 3x2 – 2x + (-40) = 0
⇒ 3x2 – 2x – 40 = 0
Dengan menggunakan metode pemfaktoran:
⇒ 3x2 – 2x – 40 = 0
⇒ (3x + 10) (x – 4 ) = 0
⇒ x = -10/3 atau x = 4
Sehingga, akar lainnya yaitu -10/3.
Jawaban: B
Apabila akar-akar dari persamaan x2 + bx + c = 0 yaitu -1 dan 3, maka nilai b yang memenuhi
persamaan itu ialah …..
A. b = 4
B. b = 2
C. b = -1
D. b = -2
Penyelesaian :
Langkah pertama yang harus kita lakukan adalah mensubstitusikan nilai x = -1 ke persamaan:
⇒ x2 + bx + c = 0
⇒ (-1)2 + b(-1) + c = 0
⇒ 1 – b + c = 0
⇒ -b + c = -1
⇒ c = b – 1 …. (1)
Langkah kedua yang harus kita lakukan adalah mensubstitusikan nilai x = 3 ke persamaan:
⇒ x2 + bx + c = 0
⇒ (3)2 + b(3) + c = 0
⇒ 9 + 3b + c = 0
⇒ 3b + c = -9 …. (2)
Kemudian mensubsitusikan persamaan (1) ke persamaan (2), sehingga:
⇒ 3b + c = -9
⇒ 3b + (b – 1) = -9
⇒ 4b – 1 = -9
⇒ 4b = -9 + 1
⇒ 4b = -8
⇒ b = -2
Jawaban: D
Bentuk kuadrat sempurna dari persamaan x2 – 8x – 9 = 0 yaitu…
A. (x + 3)2 = 16
B. (x – 3)2 = 16
C. (x – 4)2 = 25
D. (x – 5)2 = 25
Penyelesaian :
Langkah pertama adalah membentuk kuadrat sempurna dengan cara mengubah bentuk
ax2 + bx + c = 0 menjadi x2 + b/ax = - c/a.
⇒ x2 – 8x – 9 = 0
⇒ x2 – 8/1x = 9/1
⇒ x2 – 8x = 9
Kedua adalah semua ruas sama-sama ditambah dengan bilangan yang sama, sehingga:
⇒ x2 – 8x + (4)2 = 9 + (4)2
⇒ x2 – 8x + 16 = 9 + 16
⇒ (x – 4)2 = 25
Jawaban : C
Jenis akar-akar dari persamaan x2 – 6x + 9 = 0 yaitu …
A. Real kembar
B. Real berbeda
C. Imajiner
D. Real berlawanan tanda
Penyelesaian :
Berdasarkan dari nilai akarnya, kita memakai cara pemfaktoran, yaitu:
⇒ x2 – 6x + 9 = 0
⇒ (x – 3)(x – 3) = 0
⇒ x = 3 atau x =3
Yang artinya, akarnya real kembar.
Metode kedua dengan tinjau nilai diskriminannya, maka:
⇒ D = b2 – 4ac
⇒ D = (-6)2 – 4(1)(9)
⇒ D = 36 – 36
⇒ D = 0
Untuk D = 0, akarnya ialah real kembar.
Jawaban: A
Persamaan kuadrat yang akar-akarnya -3 dan 4 yaitu ….
A. x2 – 2x – 12 = 0
B. x2 – x + 12 = 0
C. x2 – x – 12 = 0
D. x2 + x – 12 = 0
Penyelesaian :
⇒ (x – x1)(x – x2) = 0
⇒ (x – (-3))(x – 4) = 0
⇒ (x + 3)(x – 4) = 0
⇒ x2 – 4x + 3x – 12= 0
⇒ x2 – x – 12 = 0
Jawaban: C
Semoga bermanfaat.. Terimakasih
BalasHapus